Add Me as A Friend in Facebook!

Senin, 26 Maret 2012

[Shared Post] Tips Meredakan Stres


Minggu, 25 Maret 2012

[Shared Post] Tehnik Menghentikan Pikiran Negatif


Rabu, 22 Februari 2012

Blog Baru Saya di 100motivasi.wordpress.com

Saya kini aktif menulis di blog baru saya yang berisi motivasi dan inspirasi. Silahkan berkunjung.

Klik <a href="http://100motivasi.wordpress.com/">disini. </a>

Kamis, 24 November 2011

Happy Today Success Tomorrow

Kebahagiaan & Kesuksesan.
Kedua-duanya diinginkan, menjadi tujuan hidup.
Namun kedua-duanya tak kan bisa didapatkan;
Apalagi diraih dalam waktu yang bersamaan...

Pilih yang mana?

Kebahagiaan hanya ada di saat ini
Sadar sepenuhnya, hidup di masa sekarang

Kesuksesan selalu ada di masa depan
Mencapai target yang lebih baik lagi nantinya

Untuk bahagia, yang diperlukan hanyalah eling
Mensyukuri dan menerima keadaan; apa adanya

Agar sukses, dibutuhkan kedisiplinan bersabar
Menunda kesenangan, demi esok yang sejahtera

Jadi pilih yang mana; sukses atau bahagia?

Sedari kecil, kita belajar supaya lulus lalu sukses
Tapi setelah lulus, kita mesti bekerja 'tuk sukses
Lalu kesuksesan itu tak kunjung tiba hingga kita
Mengharap surga agar bahagia setelah tiada...

Sepanjang hidup, selalu mengejar kesuksesan
Tanpa tersadar banyak kebahagian tersia-siakan

Kesuksesan demi kesuksesan tak pernah abadi
Sukses yang diraih hanya ada sesaat lalu lenyap
Selalu ada yang lebih baik, yang lebih tinggi lagi
Selama masih ada esok, target harus ditetapkan

Dan kesuksesan sejatinya;
Seperti mengejar bayang-bayang saja..
Suatu upaya yang sungguh sia-sia belaka

Padahal sesungguhnya kita bisa merenungi
Mengapa kita menginginkan kesuksesan???
Jawabannya: karena kita inginkan kebahagiaan

Sayangnya, banyak yang tidak sadar;
Kalau kebahagiaan tidak bisa dicari dan diraih...

Kebahagiaan senantiasa tercipta jika kita bersedia
Kebahagiaan selalu ada dimana saja kita berada
Kebahagiaan hadir di hari ini, sekarang juga...

Tak seperti kesuksesan yang slalu ada di depan
Kesuksesan ada di hari esok yang tak pernah tiba

Kebahagiaan mewujud tanpa perlu diharapkan
Cukup sadari dan syukuri momen yang ada...

Bahagia berarti hadir sepenuhnya di masa kini
Menikmati apa adanya anugerah hari ini...

Jangan banyak pusing berpikir dan berhasrat
Harapan dan keinginan menjadi halangan
Pasrah dan bersyukur kunci bahagia ini
Selanjutnya sukses datang begitu saja

Sungguh, hidup itu indah...
(Kalau tidak percaya: tanya saja orang mati!)

Sabtu, 19 Maret 2011

2 Kesuksesan

Cucu_pak_haji

Ingat-ingatlah ini selalu, anakku;
Kesuksesan itu ada dua:
Sukses di tujuan...
Sukses dalam perjalanan

Jangan karna ambisi mencapai tujuan
Engkau menggunakan segala cara
Yang bisa merusak kisah perjalanan
Dan menghancurkan nurani pada jiwa

Jangan karna mementingkan pencapaian
Engkau tidak pedulikan pelajaran-pelajaran
Yang bisa dipetik hikmahnya spanjang jalan

Jangan karna nafsu meraih keberhasilan
Engkau lupa menikmati dan memaknai
Sehingga akhirnya mendapat kehampaan
Serta tak memperoleh kebahagiaan hakiki

Jadi anakku, sukses itu ada dua:
Sukses ketika sampai di tujuan...
Dan sukses selama dalam perjalanan

Sebelum tiba pada kesuksesan besar nanti
Rayakan setiap kesuksesan kecil yang ada
Sementara masih di perjalanan; hati-hati
Jangan sampai menyebabkan derita

Dalam pengejaranmu menggapai kesuksesan
Sebarkan inspirasi dan tetap bantu sesama
Tinggalkanlah warisan yang bawa kebajikan
Juga punya kenangan indah 'tuk bercerita

Milikilah kisah yang hebat tak hanya di tujuan
Namun perjalanan yang seru juga didapatkan

Maka; Tetaplah optimis, Dan...
Enjoy the ride!
:-)

Senin, 07 Februari 2011

"Lo Que Sea SerĂ¡..."

Whatever will be,
Will be...

So,
Don't worry,
Be Happy!!!

Sabtu, 05 Februari 2011

Suffering and 'Me'

Kita semua ingin menghindari penderitaan...
Namun penderitaan di dunia ini tak terelakkan

Ini disebut dukkha dalam konsep Buddha
Dikatakan Veda hasil karma dari sang jiva
Dan oleh agama samawi inilah takdir Allah

Setiap mahluk pasti akan mengalami ini
Manusia dipastikan sakit, menua, dan mati
Segala keinginan belum tentu akan terpenuhi
Semua akan musnah termasuk yang dicintai..

Inilah penderitaan yang tak terhindarkan...

Bagaimana kita menyikapi derita ini?

Kita bisa saja bersedih dan mengutuk diri,
Atau menjadikannya sebagai sarana evolusi

Kita bisa coba lawan dan menolak derita
Atau menerima dan membuatnya tangga

Transmutasi terjadi ketika kita menyadari
Bahwa hidup adalah ujian bagi ego pribadi
Ego yang perlu dibakar habis hingga binasa
Kesadaran bisa berevolusi karena ada derita

Api penderitaan seolah cahaya penerang
Bagi kesadaran yang mendamba pencerahan

Akan tetapi...

Penderitaan memang ada, ia nyata
Namun, siapakah yang menderita?

Ada kejadian, ada sebab, ada perbuatan..
Pertanyaannya adalah; siapa yang berbuat?
Ada pikiran inti diri yang merasa melakukan
Rasa tanggung jawab karena membawa akibat

Tapi, mesti disadari: inti diri adalah ilusi
Segala aksi dan reaksi tidak murni oleh diri

Wahai diri, adakah engkau energi yang murni?
Benar-benar pilihan bebas, kehendak pribadi?

Ternyata faktanya; segalanya diluar kendali
Kendali, kontrol, inti diri pribadi; hanya ilusi

Cobalah bermeditasi dan cermati pikiran
Ia muncul, timbul, tenggelam secara alami
Begitu saja hadir seperti mimpi tak disadari
Awalnya ada begitu saja maka tidak bisa diakui

Diri ini tak terlepas dari lingkungannya
Pengaruh sekitar, orang tua dan ajarannya
Kita tidak bisa memilih dimana tempat lahirnya
Tak bisa mengatur bagaimana genetika tercipta

Lalu, manakah karakter yang benar-benar asli?

Kita semua hasil aksi-reaksi, sebab-akibat
Setiap tindakan dari karakter yang melekat

Adalah karakter yang tak terbebas dari takdir
Kelahiran, orang tua, gen, dan lingkungan sekitar

Semua telah ditentukan,
Segalanya bisa diperhitungkan...

Determinisme sudah dibuktikan oleh sains
Suratan takdir telah tertulis dan diketahui-Nya
Tuhan dinyatakan sebagai awalan dan akhiran
Semesta bisa diformulasikan termasuk manusia

Tidak ada kehendak bebas; tiada roh/jiwa
Tidak ada agen independen dalam individu
Tiada inti diri; hanyalah keberadaan kita
Tanpa perlu menyalahkan, iri, benci, malu

Bahkan kita tak bisa sombong meski berhasil
Oleh karena, segalanya adalah kehendak ilahi
Pengakuan, rasa hormat ialah keinginan kerdil
Pencapaian apapun adalah kejadian yang alami

Dengan memahami tiadanya inti diri ini,
Kita akan bisa semakin mudah mencintai
Berempati pada yang bernasib tak tinggi
Mampu memaafkan mereka yang menyakiti
Tak lagi memandang para priyayi dengan iri

Seluruhnya hanya merupakan peristiwa
Sesuai kehendak Yang Maha Kuasa
Sungguh damai hati ini rasanya
Sekarang pasrah menerima:

Penderitaan memang ada,
Tapi tiada 'aku' yang menderita!!!